TAGANA DINAS TENAGA KERJA DAN SOSIAL SIAGA PADA UPACARA BENDERA 17 AGUSTUS 2016

Tagana Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok ikut berperan serta dalam menyambut Hari Kemerdekaan 17 Agustus tahun 2016 dengan membuka pelayanan bagi yang sakit/ pingsan pada Upacara Bendera 17 Agustus yang lalu dengan sebanyak 6 velbed di beberapa sudut dan 18 tim Tagana.

IMG_20160817_081159 IMG_20160817_081201_1 IMG_20160817_081209

DINAS TENAGA KERJA DAN SOSIAL KOTA DEPOK MENDATA KORBAN KEBAKARAN DI KP LIO

DINAS TENAGA KERJA DAN SOSIAL KOTA DEPOK MENDATA KORBAN KEBAKARAN DI KP LIO

Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok Bpk Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Sosial bersama Tegana Kota Depok Bp Amir melakukan pendataan korban Kebakran di Kp Lio untuk dipulangkan ke kota asal untuk meringankan beban maka Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Tenaga Kerja kota Depok bekerjasama dengan Dinas Sosial Kab Indramayu dan Cirebon untuk memfasilitasi pemulangan dan penjemputan Korban Bancana Kebakaran yang terjadi di Kp Lio Kelurahan Depok Kecamatan Pancoran Mas pada tanggal 09 Agustus 2016.

IMG_20160815_093721 IMG_20160815_093722 IMG_20160815_093726 IMG_20160815_093726_1 IMG_20160815_093728 IMG_20160815_093730 IMG_20160815_093732_1 IMG_20160815_093733 IMG_20160815_093733_1 IMG_20160815_093733_2 IMG_20160815_093734 IMG_20160815_093735 IMG_20160815_093736 IMG_20160815_100055 IMG_20160815_100056 IMG_20160815_100056_1 IMG_20160815_104515 IMG_20160815_104517 IMG_20160815_104524 IMG_20160815_104526 IMG_20160815_104528 IMG_20160815_093732

KEGIATAN PEMBINAAN PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL

KEGIATAN PEMBINAAN PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL

IMG-20160811-WA0024

 

Kegiatan Pembinaan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial  yang di selenggarakan di Hotel Sempur Park Bogor  dimulai tanggal 11-12 Agustus  2016 selama 2 hari dengan 26 orang peserta dan  dibuka oleh Ibu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok, Diah Sadiah, S.Sos, Msi.

Seringnya terjadi perselisihan di dalam perusahaan merupakan sesuatu yang amat mengganggu kegiatan operasional perusahaan, banyak hal yang selalu menjadi pemicu permasalahan antara karyawan dan perusahaan, untuk itu perlunya suatu proses mediasi yang dilakukan agar dapat meredam terjadinya perselisihan tersebut. Proses mediasi inilah yang kemudian disebut sebagai Hubungan Industrial. Kegiatan yang berkaitan dengan Hubungan Industrial di dalam sebuah Perusahaan bisa dikatakan lebih dari sekedar dari hal-hal yang berkaitan denganpengelolaan organisasi perusahaan itu sendiri. Perkembangan yang berkaitan denganHubungan Industrial merupakan cerminan adanya perubahan-perubahan dalam sifat dasar kerja di dalam suatu masyarakat (baik dalam arti ekonomi maupun sosial) danadanya perbedaan pandangan mengenai peraturan perundangan undangan tentangketenagakerjaan. Kegiatan Hubungan Industrial dapat dijelaskan, yaitu “meliputi sekumpulan fenomena, baik di luar maupun di dalam tempat kerja yang berkaitan dengan penetapan dan pengaturan hubungan ketenagakerjaan”.

di Indonesia Hubungan Industrial ternyata berkaitan dengan semua pihak yang terlibat dalam hubungan kerja di suatu perusahaan tanpa mempertimbangkan gender, keanggotaan dalam serikat pekerja/serikat buruh, dan jenis pekerjaan. Hubungan Industrial juga seharusnya tidak dilihat hanya dari persyaratan peraturan kerja organisasi yang sederhana, tetapi juga harus ditinjau dari hubungan sosial, politik dan ekonomi yang lebih luas ( dipandang secara komprehensif). Dengan kata lain Hubungan Industrial harus dipadukan dengan bidang sosial, politik dan ekonomi, ketiganya tidak dapat dipisahkan satu sama lain atau masing-masing tidak dapat berdiri sendiri. Di dalam Undang-undang ketenagakerjaan no.13 tahun 2003 pasal 16 disebutkan bahwa pengertian dari Hubungan Industrial adalah sistem Hubungan yang terbentuk antara para pelaku dalam proses produksi barang dan/atau jasa yang terdiri dari unsur pengusaha, pekerja/buruh dan pemerintah didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-undang 1945.

Secara sederhana, pengertian mengenai Hubungan Industrial adalah sebuah sistem hubungan yang terbangun atau terbentuk antara para pelaku proses produksi barang dan/atau jasa, baik internal maupun eksternal perusahaan. Pihak-pihak yang terkait di dalam hubungan ini terutama adalah pekerja, pengusaha, dan pemerintah yang kemudian diistilahkan sebagai tripartit. Dalam proses produksi pihak-pihak yang secara fisik sehari-hari terlibat langsung adalah pekerja/buruh dan pengusaha (operator), sedangkan pemerintah terlibat di dalam hal-hal tertentu saja terutama yang berkaitan dengan atau sesuai kewenangannya (regulator).

Hubungan Industrial berawal dari adanya hubungan kerja yang lebih bersifat individual antara pekerja dan pengusaha. Pengaturan hak dan kewajiban pekerja diatur melalui perjanjian kerja yang bersifat perorangan. Perjanjian kerja ini dilakukan pada saat penerimaan pekerja, antara lain memuat ketentuan mengenai waktu pengangkatan, persoalan masa percobaaan, jabatan yang bersangkutan, gaji (upah), fasilitas yang tersedia, tanggungjawab, uraian tugas, dan penempatan kerja. Di tingkat perusahaan pekerja dan pengusaha adalah dua pelaku utama dalam kegiatan Hubungan Industrial. Dalam Hubungan Industrial baik pihak perusahaan maupun pekerja/buruh mempunyai hak yang sama dan sah untuk melindungi hal-hal yang dianggap sebagai kepentingannya masing-masing juga untuk mengamankan tujuan-tujuan mereka, termasuk hak untuk melakukan tekanan melalui kekuatan bersama bila dipandang perlu. Di satu sisi, pekerja dan pengusaha mempunyai kepentingan yang sama, yaitu kelangsungan hidup dan kemajuan perusahan, tetapi di sisi lain hubungan antar keduanya juga mempunyai potensi konf1ik, terutama apabila berkaitan dengan persepsi atau interpretasi yang tidak sama tentang kepentingan masing-masing pihak. Hubungan industri melibatkan sejumlah konsep, misalnya konsep keadilan dan kesamaan, kekuatan dan kewenangan, individualisme dan kolektivitas, hak dan kewajiban, serta integritas dan kepercayaan.Sementara itu, fungsi utama pemerintah dalam Hubungan Industrial adalah mengadakan atau menyusun peraturan dan perundangan ketenagakerjaan agar hubungan antara pekerja dan pengusaha berja1an serasi dan seimbang, dilandasi oleh pengaturan hak dan kewajiban yang adil. Di samping itu pemerintah juga berkewajiban untuk menyelesaikan secara adil perselisihan atau konflik yang terjadi. Pada dasarnya, kepentingan pemerintah juga untuk menjaga kelangsungan proses produksi demi kepentingan yang lebih luas.

Tujuan akhir pengaturan Hubungan Industrial adalah untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekerja maupun pengusaha. Kedua tujuan ini saling berkaitan, tidak terpisah, bahkan saling mempengaruhi. Produktivitas perusahaan yang diawali dengan produktivitas kerja pekerjanya hanya mungkin terjadi jika perusahaan didukung oleh pekerja yang sejahtera atau mempunyai harapan bahwa di waktu yang akan datang kesejahteraan mereka akan lebih membaik.

Sementara itu kesejahteraan semua pihak, khususnya para pekerja, hanya mungkin dapat dipenuhi apabila didukung oleh produktivitas perusahaan pada tingkat tertentu, atau jika ada peningkatan produktivitas yang memadai, yang mengarah ke tingkat produktivitas sesuai dengan harapan pengusaha. Sebelum mampu mencapai tingkat produktivitas yang diharapkan, semua pihak yang terkait dalam proses produksi, khususnya pimpinan perusahaan, perlu secara sungguh-sungguh menciptakan kondisi kerja yang mendukung. Kunci utama keberhasilan menciptakan Hubungan Industrial yang aman dan dinamis adalah komunikasi. Untuk memelihara komunikasi yang baik memang tidak mudah, dan diperlukan perhatian secara khusus. Dengan terpeliharanya komunikasi yang teratur sebenarnya kedua belah pihak, pekerja dan pengusaha, akan dapat menarik manfaat besar.

Faktor penunjang utama dalam komunikasi ini adalah adanya interaksi positif antara pekerja

dan pengusaha. Interaksi semacam ini apabila dipelihara secara teratur dan berkesinambungan

akan menciptakan sa1ing pengertian dan kepercayaan. Kedua hal tersebut pada gilirannya akan merupakan faktor dominan dalam menciptakan ketenangan kerja dan berusaha atau industrial peace.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan para peserta dapat memahami aturan aturan penyelesaian perselisihan  yang terjadi antara pihak perusahaan dengan pekerja tentang penyelesaian Hubungan Industrial.

 

IMG-20160811-WA0004 IMG-20160811-WA0005 IMG-20160811-WA0006 IMG-20160811-WA0007 IMG-20160811-WA0008 IMG-20160811-WA0009 IMG-20160811-WA0010 IMG-20160811-WA0011 IMG-20160811-WA0012 IMG-20160811-WA0013 IMG-20160811-WA0014 IMG-20160811-WA0015 IMG-20160811-WA0016 IMG-20160811-WA0017 IMG-20160811-WA0018 IMG-20160811-WA0021 IMG-20160811-WA0022 IMG-20160811-WA0023 IMG-20160811-WA0024 spanduk IMG-20160811-WA0024 IMG-20160811-WA0025 IMG-20160811-WA0026 IMG-20160811-WA0027

DINAS TENAGA KERJA DAN SOSIAL KOTA DEPOK MELALUI TAGANA LAKUKAN ASSESMENT PADA KORBAN KEBAKARAN

DINAS TENAGA KERJA DAN SOSIAL KOTA DEPOK MELALUI TAGANA LAKUKAN ASSESMENT PADA KORBAN KEBAKARAN

 

SAM_5474

Penanganan dan Pemberian bantuan Pada korban bencana Kebakaran tanggal 9 Agustus 2016 di wilayah  Kecamatan Pancoran Mas yang berlokasi Rt 01/19 Kel Depok  dekat dengan Jalan Baru dengan rumah yang terbakar sebanyak 60 rumah Kontrakan (rumah sewa) dengan jumlah kepala Keluarga sebanyak 187. Pemadaman Dilakukan Oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok.

Bapak Walikota Depok Idris Abdul Shomad didampingi IbuKepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok dan TAGANA KOTA DEPOK memberikan Bantuan Sosial serta dukungan moril serta melakukan peninjauan lokasi kebakaran.

Di harapkan dengan adanya bantuan yang diberikan dapat mengurangi beban korban bencana Kebakaran.

SAM_5484 SAM_5483 SAM_5482 SAM_5481 SAM_5480 SAM_5479 SAM_5472 SAM_5473 SAM_5474 SAM_5475 SAM_5476 SAM_5477 SAM_5478 SAM_5471 SAM_5470 SAM_5469 SAM_5468 SAM_5467 SAM_5466 SAM_5465 SAM_5458 SAM_5459 SAM_5460 SAM_5461 SAM_5462 SAM_5463 SAM_5464 SAM_5457 SAM_5456 SAM_5455 SAM_5454 SAM_5453 SAM_5452 SAM_5444 SAM_5446 SAM_5447 SAM_5449 SAM_5443 SAM_5441 SAM_5440 SAM_5438 SAM_5430 SAM_5431 SAM_5432 SAM_5434 SAM_5435 SAM_5436 SAM_5426 SAM_5425 SAM_5423 SAM_5417 SAM_5416 SAM_5418 SAM_5419 SAM_5420 SAM_5421 SAM_5415 SAM_5413 SAM_5411 SAM_5474 SAM_5410 SAM_5407 SAM_5408

BENCANA GEOLOGI 2013 DAN ALBUM VISUAL BENCANA GEOLOGI DIINDONESIA 2014

BENCANA GEOLOGI 2013 DAN ALBUM VISUAL BENCANA GEOLOGI DIINDONESIA 2014

SAM_5403 SAM_5404

Di kutip dan Tulis ulang secara ringkas dari buku Album Bencana Geologi 2013 DAN ALBUM Visual  Bencana Geologi Di Indonesia  2014 yang di keluarkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sebagai bahan informasi.

Wilayah Indonesia berada pada tataan tektonik yeng merupakan pertemuan 3 lempeng aktif Dunia yaitu lempeng Benua Eurasia yang bergerak sangat lambat ke Arah tenggara dengan kecepatan 0,4 cm/tahun, lempeng samudera Indo-Australia yang bergerak kearah utara dengan kecepatan sekitar 7 cm / tahun, lempeng saudera pasifik yang bergerak kearah barat dengan kecepatan sekitar 11 cm/ tahun  (Minster dan Jordan 1978 dalam yeats 1997). Batas pertemuan antara lempeng tersebut membentuk zona punujaman yang merupakan sumber gempabumi. Disamping itu terbentuk beberapa sesar aktif didaratan yang juga merupakan sumber gempabumi. Bencana gempabumi merupakan salah satu dinamika geologi yang tidak dapat dicegah kejadiannya. Kejadian gempabumi menunjukan kecenderungan akan berulang kembali pada suatu daerah apabila didaerah tersebut sebelumnya pernah terlanda kejadian gempabumi. Hingga saat ini kejadian gempabumi belum dapat diramalkan kapan dan berapa besar kekuatannya akan terjadi.

Indonesia memiliki 127 gunung api, 77 diantaranya merupakan gunungapi aktif tipe A. dari jumlah tersebut 5 diantaranya merupakan gunung api bawah laut. Sepanjang tahun 2013 jumlah gunung api yang mengalami peningkatan diatas normal sebanyak 21 gunungapi, yaitu Waspada sebanyak 11 Gunung api, Siaga sebanyak 9 Gunungapi, dan Awas sebanyak 1 Gunung Api mengalami penurunan tingkat kegiatan, yaitu dari siaga ke waspada sebanyak 10 Gunungapi dan dari Waspada ke Normal sebanyak 12 gunung api.

Sepanjang tahun 2013 ada 9 kejadian gempabumi merusak yaitu : pidie aceh(22 Januari 2013), Dieng Jateng (19 April 2013),  pangalengan Jabar (6 Mei 2013), Lombok barat NTB ( 22 Juni 2013), Aceh Tengah  (2 Juli 2013), Malang Jatim ( 8 Juli 2013), Buton SulTra (14 oktober 2013), Pidie Aceh ( 22 Oktober 2013), Jailolo kab Halmahera Barat Maluku (7 desember 2013).

Magnitude Gempabumi merusak pada pada tahun 2013 ini berkisar pad 4,1-6,2 SR dan pada umumnya disebabkan sesar aktif di darat. Adapun dampak gempabumi ini selain kerusakan ringan sampai berat pada bangunan, menimbulkan kepanikan dan juga korban jiwa. Kerusakan akibat gempabumi terparah terjadi di aceh tengah (desa Serempah Kec Ketol ) yang diikuti oleh gerakan tanah dan menyebabkan korban jiwa 35 orang, luka berat 92 orang, luka berat 92 orang, luka ringan 352 orang  dan hilang 6 orang.

SAM_5389 SAM_5390 SAM_5391 SAM_5392 SAM_5393 SAM_5394 SAM_5395 SAM_5396 SAM_5397 SAM_5398 SAM_5399 SAM_5400 SAM_5401 SAM_5402 SAM_5403 SAM_5404